Karma Phala atau Hukum Karma

 

Om swastiastu

Om Awighnam astu namo sidham

Yang saya hormati Bapak dosen

Yang saya banggakan teman teman para mahasiswa

marilah kita haturkan Rasa angayu bagia  kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas asung kerta waranugraha-Nyalah kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani, pada kesempatan hari ini ijinkanlah saya menyampaikan Dharma Wacana yang berjudul “Karma Phala atau Hukum Karma”. Pada kesempatan hari ini saya mengangkat topik ajaran hukum karma atau karma pahala, karena masih ada sahabat kurang memahami dengan  karma.

Para mahasiswa yang berbahagia, seringkali kita melihat dimasyarakat  saudara kita  yang berbuat tidak baik tetap beruntung (senang), sedangkan saudara kita yang sering berbuat baik malahan hidupnya susah bahkan sering dicemoh, didalam kitab Slokantara 68 ada menyebutkan, Karmaphala  ngaran ika pahalaning gawe hala ayu : karmaphala artinya akibat atau buah dari perbuatan buruk maupun baik. sebagaimana sudah menjadi hukum karma segala sebab pasti membawa akibat. contoh jika kita menanam bibit salak maka buah salaklah yang kita petik bukan buah durian. Hukum karma ini sangat berpengaruh terhadap baik buruknya semua mahluk sesuai dengan perbuatan baik dan perbuatan buruknya yang dilakukan semasa hidup. Hukum karma dapat menentukan seseorang itu hidup bahagia atau menderita lahir batin. Jadi setiap orang yang berbuat baik, pasti akan menerima hasil dari perbuatan baiknya, demikian juga sebaliknya setiap orang yang berbuat buruk, buruk pula yang akan ia terima kelak.

Para mahasiswa yang saya kasihi

Phala atau hasil dari perbuatan itu tidak selalu langsung dapat dirasakan atau dinikmati. Ada yang dirasakan seketika, ada yang dikemudian hari, dan ad juga yang di nikmati di kehidupan yang akan datang. Bahkan karma kita di masa kehidupan yang lalu, bisa pula pahalanya dinikmati dalam kehidupan masa kini. Dalam ajaran hindu ada tiga konsep karma phala yaitu :

  1. Sancita Karma Phala

Hasil perbuatan kita dalam kehidupan terdahulu yang belum habis pahalanya dinikmati dan masih merupakan sisa yang menentukan kehidupan kita sekarang. Contohnya di kehidupan lalu, kita menjadi koruptor pahalanya belum sempat dinikmati maka di kehidupan sekaranglah semua pahala akan dinikmati, entah terlahir sebagai seorang gelandangan atau sulit mendapatkan pekerjaan dan sengsara.

  1. Prarabda Karma Phala

Hasil perbuatan kita di kehidupan sekarang yang pahalanya diterima atau dinikmati habis di kehidupan sekarang juga. Contoh kita memukul teman, tiba-tiba pada saat pulang anda jatuh dari motor, salah satu pahala kita yang langsung di nikmati

  1. Kriyamana Karma Phala

Hasil perbuatan yang tidak sempat dinikmati pada saat berbuat, sehingga harus diterima pada kehidupan yang akan datang. Contohnya di kehidupan sekarang kita menjadi orang yang baik dan kita meninggal sebalum bisa menikmati hasil kebaikan kita dan di kehidupan selanjutnya kita akan terlahir di keluarga yang berkecukupan, tampan/cantik, dimana tidak ada penderitaan yang dialami.

Para mahasiswa yang berbahagia

Jadi cepat atau lmbat, dalam kehidupan sekarang atau nanti, segala hasil perbuatan itu pasti akan membuahkan hasil dan pasti akan diterima, karena hal itu sudah merupakan hukum sebab akibat. Di dalam Veda (wraspati tatwa 3) disebutkan “wasana artinya bahwa semua perbuatan yang telah dilakukan di dunia ini, orang akan mengacap akibat perbuatannya di alam lain, pada kelahiran nanti, apakah itu akibat yang baik atau akibat yang buruk. Apa saja perbuatan yang dilakukannya, pada akhirnya semua itu akan menghasilakn buah. Hal ini seperti periuk yang diisikan kemenyan, walaupun kemenyannya sudah habis dan periuknya di cuci bersih bertetap saja masih ada bau, bau kemenyan yang melekat pada periuk itu, dan inilah yang disebut wesana. Seperti juaga halnya dengan karma wesana. Ia ada pada Atman, ia melekat pada-Nya, iya mewarnai Atman. Jelasnya dengan itu seseorang tidak perlu sedih atau menyesali orang lain karena mengalami penderitaan atau tidak perlu sombong karena mengalami kebahagian, karena sebenarnya saat sekarang yang paling sulit, dimana ia yang mengalami penderitaan hendaknya tidak mengeluh dan tetap dalam jalan kebenaran, begitu juga yang mengalami kebahagiaan hendaknya bisa menjaga diri agar tidak sampai menjadi orang sombong dan menodai kebahagian yang diterima sekarang agar nantinya bisa menemukan kebahagian yang utama yaitu moksatam. Para mahasiswa yang berbahagia

Dapat saya simpulkan hakekat karma pahala sebagai hukum sebab akibat bahwa suatu sebab pasti akan membawa akibat dalam menjalani hidup ini agar selalu berpijak pada kebenaran (dharma) dan memahami bahwa dalam setiap apa yang kita lakukan didunia ini selalu terikat oleh hukum sebab akibat atau yang disebut dengan hukum karma phala, dimana setiap perbuatan baik (subhakarma) ataupun buruk (asubhakarma) yang kita lakuakan akan kita petik hasilnya dan kita pertanggungjawabkan di kehidupan setelah mati yaitu di sorga dan neraka itu sendiri. Agar terciptanya kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara hendaknya kita semuanya selalu mendasarkan setiap perbuatan kita pada ajaran Agama dan dharma sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, selaras, rukun dan damai.

Demikianlah dharma wacana yang dapat saya sampaikan apa bila ada hal yang kurang berkenan dalam pencampaian saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ahirnya saya tutup dengan parama santi.

Om santih santih santih om

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: